Manfaat Perlindungan Asuransi Untuk Penyakit Kritis


Berdasarkan data tahun 2013, jumlah masyarakat Indonesia yang terserang penyakit kritis mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2007. Dimana, penderita stroke berada pada tingkat pertama dengan peningkatan 14 kali lipat daripada periode sebelumnya. Di urutan kedua ada penderita kanker dengan peningkatan 3,5 kali, kemudian hepatitis 2 kali lipat, lalu jantung dan diikuti diabetes. Sehingga, dirasa sangat perlu untuk memiliki perlindungan semacam asuransi penyakit kritis.

Sebuah produk asuransi mampu menjadi solusi terbaik untuk mengalihkan resiko jika terjadi kemungkinan-kemungkinan yang tidak diinginkan. Memang, tidak ada orang yang ingin menderita sebuah penyakit, tapi tak ada salahnya untuk berjaga-jaga. Untuk menghindarkan diri dari resiko yang ditimbulkan penyakit kritis, Anda bisa menggunakan asuransi penyakit kritis dari Prudential. Dengan begitu, Anda tak perlu takut dalam menjalanii kehidupan sehari-hari atau masa tua nanti.

Manfaat Dasar Asuransi Penyakit Kritis

Sebelum membahas tentang jangkauan luas perlindungan asuransi penyakit kritis kita ulas dulu manfaat dasarnya, seperti di bawah ini :

Stadium awal, 38 kondisi kritis

Pada stadium awal, 50 persen dari uang pertanggungan nantinya dibayarkan kalau tertanggung utama atau nasabah mengalami penyakit yang termasuk dalam 38 kondisi kritis sesuai ketentuan pihak asuransi Prudential.

Stadium menengah, 26 kondisi kritis

Manfaat yang diberikan adalah 100% uang pertanggungan, atau jika manfaat stadium awal telah diklaim atau dibayarkan sebelumnya, maka sisa uang pertanggungan akan diberikan kalau tertanggung utama mengalami salah satu dari 26 penyakit kritis dalam kategori ini.
Tahap lanjut atau stadium lanjut, 48 kondisi kritis


Manfaat yang diberikan adalah 100% uang pertanggungan, atau sisa uang pertanggungan sebelumnya kalau sudah diberikan untuk stadium awal dan stadium kritis, maka akan dibayarkan jika tertanggung utama menderita salah satu dari 48 penyakit kritis dalam kategori ini.

Manfaat Tambahan

Tak hanya mendapatkan perlindungan terhadap kondisi kritis yang termasuk dalam ketegori di atas, ada pula manfaat tambahan yang menyangkut 7 kondisi kritis lainnya, yaitu komplikasi diabetes, angioplasti, kanker dengan metastasi, stroke parah, serangan jantung ekstensif, transplantasi jantung atau paru-paru dan quadripelgia atau kelumpuhan anggota gerak tubuh total akibat cedera tulang punggung.

Ketentuan Pembayaran Manfaat Asuransi
Anda harus memperhatikan beberapa poin ketentuan di bawah ini saat ingin mengajukan klaim:
  • Pengajuan klaim tidak bisa dilakukan kalau tertanggung utama mengalami kondisi angioplasti dan penatalaksanaan invasif pembuluh darah jantung, tapi klaim sudah dilakukan untuk kondisi kritis lainnya.
  •   Khusus untuk kondisi angioplasti dan penatalaksanaan invasif pembuluh darah jantung yang sudah disetujui, maka nasabah atau tertanggung utama tidak bisa mengajukan klaim kondisi yang sama lagi nantinya. Jadi, klaim hanya bisa dilakukan sebanyak 1 kali.

  •   Jika dana pertanggungan sudah dibayarkan untuk kondisi kritis yang termasuk dalam kategori 61 penyakit ini, pertanggungan asuransi dinyatakan sudah berakhir secara otomatis.

  •   Klaim memiliki masa tunggu 90 hari setelah penderita mengalami kondisi kritis itu. Syarat dan ketentuan mengenai hal ini sudah terdapat pada polis.


Alangkah baiknya, sebelum mengajukan asuransi penyakit kritis, Anda pahami dulu tentang jangkauan perlindungan serta syarat dan ketentuan mengenai pengajuan klaim. Sehingga, nantinya ketika mengalami masalah, Anda bisa mengurusnya dengan tepat. Oleh karena itu, Anda perlu memiliki pendamping atau agen asuransi yang mau sabar menjelaskan dan bisa diandalkan untuk membantu ketika Anda mengalami masalah tentang asuransi ini.

Jika ada beberapa produk asuransi penyakit kritis, sebaiknya pilih berdasarkan kebutuhan dan kemampuan Anda membayar premi. Intinya, Anda harus paham benar tentang asuransi dulu sebelum mengajukannya.